Sabtu, 11 Desember 2010

Timnas Pelajar Tak Mampu Bendung Thailand

as_logo_pssi.gif Tim pelajar Indonesia yang diwakili oleh Indonesia Football Academy (IFA) harus puas menempati peringkat kedua pada Kejuaraan Pelajar Asia U-15 yang digelar sejak 3 Desember lalu dan berakhir Sabtu (11/12) sore di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Angga Febriyanto Putra dkk kembali harus mengakui keunggulan tim Thailand, 1-4 (0-3), pada partai puncak yang disaksikan Menpora Andi Alfian Malarangeng dan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Ini merupakan kekalahan kedua bagi tim Indonesia, setelah di pertandingan terakhir penyisihan grup, Kamis lalu di Stadion Lebak Bulus, juiga harus menyerah 1-2 dari Thailand. Peringkat ketiga kejuaraan ini diduduki oleh tim Malaysia, yang mengalahkan Srilangka 3-0.

Tim Indonesia bertekad melakukan revans di laga final di Soemantri Brojonegoro, akan tetapi hanya satu gol yang berhasil mereka buat, yakni melalui Rico Andriyanto pada menit ke-38, atau selang tiga menit setelah babak kedua berlangsung.

Di awal babak kedua ini tim tuan rumah mencoba bermain dalam tempo tinggi untuk lebih menekan lawannya, namun gelombang serangan anak-anak IFA ini lebih banyak membentur pertahanan ketat lawan. Pada beberapa kesempatan untuk menambah gol, penyelesaian akhir mereka justru tidak sempurna, entah bolanya melambung ke atas mistar atau jauh melenceng ke sisi kiri atau kanan gawang Thailand.

Seperti dijanjikannya sehari sebelum laga final digelar, pelatih kepala tim pelajar Indonesia Kevin Kent memang lebih banyak menurunkan pemain fresh pada partai puncak ini. TIm starter terdiri dari Rico Andriyanto, Johan Anggiansyah, Zulfiandi, Yogi Rahadian, Much Fahmi Albayubbi, Muh. Aliah Alfuad, Muh. Idham, Angga Febriyanto, Firmansyah, Juprianto, Maldini.

Namun, keinginan untuk melihat tim pelajar ini bisa melakukan revans atas kekalahan 1-2 yang dideritanya pada laga akhir penyisihan grup, Kamis lalu, sejak awal pertandingan seperti sudah tertepis begitu melihat Angga Febriyanto Putra dkk langsung tertekan oleh permainan tempo tinggi dan cepat yang diperagakan bintang-bintang muda Thailand itu.

Angga Febriyanto Putra sendiri masih bisa menyajikan penampilan maksimalnya, sehingga cukup wajar jika dia kemudian dianugerahi predikar the best player sepanjang even ini digelar. Meski tidak berhasil menambah koleksi golnya, akan tetapi permainan Angga masih diatas rata-rata pemain lainnya. Dia juga tidak ikut terpancing untuk bermain keras seperti yang dilakukan beberapa rekannya. Tiga kartu kuning diberikan untuk Muh. Idham, Zulfiandi dan Yogi Rahadian. Dari Thailand, kartu kuning diberikan untuk Nirut Yapan.

Kedua tim melakukan banyak pergantian pemain di babak kedua. Dari kubu Indonesia, pelatih Kevin Kent menarik keluar M.Idham dan kiper Muh. Al Fuad, menggantikannya dengan Ferry Combo dan Romaria Gracia. Yogi Rahadian, Maldini, dan Johan Anggriansyah berturut-turut kemudian juga diganti oleh Cakti Restu Andaru, Aldi, dan Dadang Priatna.

Masuknya Dadang Priatna tentu saja diharapkan bisa menambah daya gedor ke pertahanan Thailand. Sayangnya, tim pelajar Indonesia sudah sangat sulit mengejer ketertinggalannya. Setelah Tanatip mencetak gol keempat Thailand pada menit ke-63, hampir bersamaan dengan masuknya Dadang, tim Indonesia praktis lebih banyak bertahan.

Tiga gol Thailand di babak pertama dibuat oleh Ramnarong Yotchan (16), Chenrop Sampaodi (30), dan Piyapong (33).

Seleksi Nasional Uruguay Project 2011 Di Karawang

prevtajik.jpg Badan Pembinaan dan Pengembangan Usia Muda (BPPUM) PSSI sudah menjaring sebanyak 84 pemain yang akan diikutkan pada seleksi tingkat nasional pemilihan pemain yang dipromosikan untuk pelatihan jangka panjang di Uruguay tahun 2011. Ke-84 pemain ini terdri dari 67 pemain kelahiran tahun 1994, dan 17 pemain dari kelahiran tahun 1993.

Pemanggilan terhadap seluruh pemain yang terpilih untuk mengikuti seleksi tingkat nasional "Proyek Uruguay" 2011 ini sudah dilakukan melalui surat yang ditandatangani oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Para pemain eks timnas U-16 yang tampil di babak 16 besar AFC Championship 2010 di Tashkent, Uzbelkistan, ikut terpilih. Demikian juga dengan eks pemain yang sebelumnya masuk dalam seleksi tim SAD Indonesia 2010. Dua pemain asal SMA Darussalam, Ciputat, Tangerang Selatan, yang merebut Piala Presiden pada kompetisi Liga Pendidikan Indonesia (LPI) kategori SLTA tahun 2010, juga masuk dalam daftar.

Seleksi tingkat nasional bagi ke-84 pemain calon anggota tim SAD Indonesia Uruguay 2011 akan dilakukan selama sepekan pada 13 hingga 19 Desember di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jabar. Penilaian akhir pada proses pemanduan bakat calon-caon pemain yang akan diberangkat ke Uruguay ini dilakukan oleh satu tim yang dipimpin langsung Cesar Payovich Perez, pelatih kepala tim SAD Indonesia di Uruguay.

Cesar akan dibantu oleh dua orang asistennya di tim SAD Indonesia, yakni pelatih fisik Wilson Espina dan pelatih kiper Jorge Marcelo Anania. Perez. Tim seleksi dari Indonesia juga dilibatkan, termasuk penangung jawab tim SAD Indonesia Demis Djamaoeddin, manajer usia muda BPPUM PSSI Yeyen Tumena, dan Direktur Teknik PSSI Sutan Harharah.

Ke-84 pemain yang terpilih untuk mengikuti seleksi tingkat nasional pada "Uruguay Project" 2011 ini merupakan hasil penjaringan melalui talent-scouting atau pemanduan bakat yang dilakukan secara intensif ke berbagai daerah sejak dua bulan terakhir. Seleksi tingkat daerah ini dilakukan secara bergantian dan bergiliran oleh Sutan Harharah, Yeyen Tumena dan Demis Djamaoeddin. Tim talent-scouting juga melakukan pemantauan mendalam terhadap berbagai event di daerah-daertah yang melibatrkan pemain kelahiran tahun 1994 dan 1993.

Belum diketahui secara pasti berapa jumlah pemain yang akan lolos dari hasil seleksi tingkat nasional di Karawang, Jabar, ini. Kendati demikian, Demis Djamaoeddin selaku penanggung-jawab tim SAD Indonesia menyebutkan kemungkinan sekitar 40-an pemain yang akan diikutkan pada "Projek Uruguay" 2011 tersebut. Namun, 40-an pemain tersebut adalah akumulasi dari pemain yang baru direkrut dan pemain lama yang sudah tergabung dalam tim SAD Indonesia, yang jumlahnya 26 pemain.

Evaluasi terhadap tim SAD Indonesia itu, menurut Demis Djamaeoddin, sudah dilakukan oleh trio pelatih Cesar Payovich, Wilson Espina, dan Jorge Marcelo Anania Perez. Yang jelas, dari 26 pemain yang tergabung di tim SAD Indonesia, hanya Syamsir Alam dan Mochammad Zainal Haq yang posisinya sudah benar-benar aman. Keduanya sudah terikat kontrak dengan tim Penarol, Uruguay.

Menurut keterangan Demis Djamaoeddin, untuk "Proyek Uruguay" 2011 akan dibentuk dua tim, yakni tim U-19 yang bermaterikan pemain dari kelahiran tahun 1992-1993, dan tim U-16 yang berisikan pemain dari kelahiran tahun 1994-1995.

Keberangkatan ke Uruguay kemungkinan besar akan dilakukan pertengahan Januari 2011.

Klik di Bawah ini untuk melihat Daftar Pemain Seleksi Nasional Uruguay Project :

Daftar Pemain Seleksi Nasional Uruguay Project

Duo SMA Darussalam Bawa Gengsi LPI

wawannurg.jpg Satu lagi bukti jika Liga Pendidikan Indonesia bukan sebuah kompetisi basa-basi. Dua pemain jebolan liga berbasis sekolah ini bergabung bersama 80 pemain muda lainnya untuk mengikuti seleksi untuk dikirim berguru di Uruguay.

Wawan Febriyanto dan Wildan Hanyoko Karakas adalah pilar SMA Darussalam saat menjuarai Liga Pendidikan pedana 2009 lalu. Penampilan mereka mencuri perhatian pelatih tim nasional SAD Uruguay, Cesar Payovich Perez saat meladeni Syamsir Alam dan kawan-kawan dalam laga eksibisi di stadion bung Karno Senayan, Selasa (23/11) lalu. Meski kalah dengan skor tipis 0-1, Payovich kepincut dua pilar SMA Darussalam ini.

Wawan, kelahiran Pati 23 Februari 1994 adalah wing back kiri yang diandalkan sekolahnya. Selain itu Wawan yang kemenakan eks striker tim nasional Rudi Widodo, juga terdaftar dalam skuad Pelita Jaya U21.

Sementara Wildan kelahiran Jakarta 12 Januari 1993 adalah benteng pertahanan SMA Darussalam yang mengasah talenta sepakbolanya di Sekolah Sepakbola (SSB) Villa 2000. Prestasinya adalah membawa SSB Villa 2000 menjuarai turnamen Manchester United Premier CUP (MUPC) 2008 tingkat Asia Pasifik, meski akhirnya hanya nangkring di posisi 18 dari 20 tim yang berlaga di even yang sama di tingkat internasional yang digelar di London.

Dari daftar pemain yang ikut seleksi tim SAD Uruguay proyeksi 2011, Wildan masuk jajaran 17 pemain kelahiran 1993, sementara Wawan masuk dalam deretan 65 pemain seleksi kelahiran 1994. Seluruh pemain akan diseleksi di kota kembang Bandung selama sepekan mulai Senin (13/12) sebelum dikirim ke Uruguay.

PSSB Biak Tantang Persbul Buol Di Final

divsatufinal.jpg PSBS Biak menjadi lawan bagi Persbul Buol pada babak final Kompetisi Divisi I Liga Indonesia XVI-2010 yang akan dilangsungkan Minggu (12/12) sore di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jabar.

Tim Biak melaju ke pertarungan puncak perebutan gelar dari kompetisi lever tertinggi liga amatir ini setelah mengalahkan Persepam Pamekasan 3-2 pada babak semifinal yang digelar Jumat (10/12) malam di Singaperbangsa. Persbul Buol sudah beberapa jam sebelumnya memastikan tempatnya di final setelah memukul PSBL Langsa 5-3.

Dua laga babak semifinal antara Persbul Buol vs PSBL Langsa, dan PSBS Biak vs Persepam Pamekasan, ditayangkan langsung oleh TVRI masing-masing pada pukul 15.30 wib dan 19.00 wib. Laga pamungkas antara Persbul dengan PSBS Biak pada Minggu juga akan ditayangkan kembali oleh TVRI mulai pukul 15.30 wib.

Tiga gol kemenangan PSBS Biak pada laga semifinalnya dengan Persepam Pamekasan dicetak oleh Orthis K (18), Alex Rumaropen (23), dan Ronald T (90). Sedangkan dua gol Pamekasan dibuat oleh Rano Sasongko (14) dan Nur Rochman (71). Wasit Syatifudin Sinaga dari Bandung mengeluarkan tiga kartu kuning pada partai ini, masing-masing untuk Ronadl dari Biak, serta Madrus S dan Beny Abdul dari Parsepam Pamekasan.

Laga Persbul Buol dengan PSBS Biak di partai final memperebutkan mahkota juara kompetisi Divisi I Ligsa Indonesia XVI-2010 ini merupakan ulangan dari pertemuan mereka di penyisihan grup Putaran II pada awal November lalu di Biak. Pada pertarungan di Stadion Cendrawasih, Biak, itu, Persbul Buol harus menyerah 0-3 pada PSBS Biak.

Tak mengherankan kalau kubu Biak cukup percaya diri menyambut partai finalnya dengan Persbul Buol. "Para pemain sudah tak sabar menunggu pertandingan final ini," ujar manajer tim PSBS Biak Nehemia Wospakrik, Jumat malam.

Di kubu Buol, manajer Kamaluddin menegaskan kalau timnya tak ingin dikalahkan dua kali berturut-turut oleh PSBS Biak. "Mereka boleh lebih percaya diri, tetapi semangat tenpur para pemain saya p-un sedang tinggi," tegas Kamaludin.

Jumat, 10 Desember 2010

Indonesia Siap Revans Lawan Thailand

ifacibubur.jpg Timnas Pelajar U15 yang diwakili oleh Indonesia Football Academy siap tempur untuk kembali merebut gelar Juara Pelajar Asia U15 2010. Firmansyah Priyatna cs akan berhadapan dengan Thailand di final yang akan digelar Sabtu (11/12) di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta. Thailand kembali menjadi rival di final setelah dalam partai penyisihan grup Kamis (9/12) mampu mengalahkan Indonesia dengan skor tipis 2-1.

Dalam laga yang sudah tidak menentukan bagi skuad asuhan Coach Rasiman ini, tim Merah Putih banyak mengubah komposisi pemain starter. Total 8 pemain yang di dua game awal menjadi starter diistirahatkan oleh Rasiman..

“Selain memberikan istirahat bagi pemain, kami juga ingin melihat kesiapan pemain lain yang belum sempat diturunkan,” ucap Rasiman.

Kebijakan rotasi ini merupakan berkah karena Thailand tampil dengan permainan menjurus kasar.

“Mereka tampil mirip kickboxing, bersyukur kami mengubah komposisi pemain,” tutur Kevin Kent, Direktur Kepelatihan IFA.

Laga final antara Indonesia vs Thailand akan digelar mulai pukul 16.00 wib, setelah duel penentuan peringkat 3-4 antara Malaysia vs Srilangka yang dilangsungkan mulai 14.00 wib.

Untuk final, Rasiman dan Kevin Kent menjanjikan perbedaan. Keduanya menyatakan sebagian besar pemain fit dan siap tempur untuk melakukan revans pada tim Gajah Putih. Tercatat hanya Ferry Kombo, fullback eks Timnas PSSI U16 asal Papua yang mengalami cedera ringan. Juga, Nur Ilahi, gelandang elegan asal VILLA 2000 tidak dapat tampil akibat akumulasi kartu kuning.

“Kami akan membuat sedikit perubahan dan optimis akan meraih hasil yang lebih baik di final,” ujar Kevin Kent bersemangat.

Perubahan yang akan dilakukan Kevin Kent dan Rasiman diperkirakan akan dilakukan pada komposisi pemain. Kemungkinan besar Timnas Pelajar U15 tetap akan menggunakan pola baku 4-4-2 mereka. Gawang Indonesia tetap akan dikawal kiper Jufrianto asal Sekayu. Barisan belakang yang digalang Firmansyah Priyatna (VILLA 2000) didukung oleh Ryco (DIY), M. Fuad (Makassar) dan Ferry Kombo (Papua). Bila Kombo berhalangan, Romario Garcia (VILLA 2000) siap menggantikan.

Lini tengah akan diisi Zulfandy (Aceh) yang akan menjadi gelandang jangkar. Posisi Nur Ilahi yang lowong kemungkinan akan diisi oleh kompatriotnya Cakti Andanu asal VILLA 2000. Di sayap, penampilan gemilang Maldini dan Yogi Rahadian tak tergantikan. Kuartet lini tengah ini akan menopang kinerja duet maut Fahmi (Tulungagung) dan Angga Febriyanto (Karang Gayam).

Adjie Ridwan Mas, anggota Komite Usia Muda PSSI yang selalu setia menemani perjuangan skuad Garuda Muda ini memiliki keyakinan bahwa Indonesia mampu melakukan revans di final. Kuncinya tim harus sabar dan disiplin, terutama dalam menjaga gelandang dan striker Thailand.

“Kita beruntung, kekuatan Thailand bukan di sektor sayap, sehingga serangan mereka terfokus di tengah,” ujarnya.

Sebaliknya menurut Patar Tambunan kekuatan Indonesia terletak pada sektor sayap.

“Kita akan membuat Thailand keteteran bila Maldini dan Yogi rajin melakukan tusukan-tusukan,” seru pria yang juga menjabat anggota Komite Usia Muda PSSI ini.