Senin, 13 Desember 2010

Kado Hari Jadi PSBS Biak Ke-42

bupatibiak.jpg Sukses PSBS Biak merengkuh gelar juara pada kompetisi Divisi I Liga Indonesia XVI-2010 sekaligus menjadi kado terindah bagi hari jadi ke-42 tim kebanggaan masyarakat Biak Numfor, Papua itu. "Kami mempersembahkan gelar juara ini untuk hari jadi PSBS Biak yang ke-42, yang jatuh persis pada hari ini," ungkap Nehemia Wospakrik, manajer tim PSBS Biak Numfor.

Minggu (12/12) sore di Stadion Singaperbangsa, Karawang, PSBS Biak Numfor menggungguli Persbul Buol 1-0 (0-0) pada laga pamungkas gelaran Divisi I Liga Indonesioa 2010. Gol tunggal Orthis Kurni pada menit ke-56 itu bukan saja menunjukkan superioritas Biak atas Buol (Biak sebelumnya pernah memukul Buol 3-0 pada penyisihan Putaran II, awal November lalu di Stadion Cenderawasih, Biak), akan tetapi sekaligus menjadikan PSBS Biak Numfor sebagai satu-satunya tim yang tak terkalahkan.sepanjang persaingan kompetisi Divisi I tahun 2010 ini. Dari total 11 pertandingan yang dijalani, PSBS Biak memegang rekor sepuluh kali menang dan sekali seri.

Namun demikian, tetap saja yang paling membanggakan adalah, teraihnya gelar juara itu, sebab menjadi kado bagi ulang tahun PSBS Biak ke-42. "Saya sudah empat tahun menangani tim ini, dan baru kali inilah saya merasakan kebanggaan yang luar biasa," ujar Nehemia Wospakrik, mantan atlet hoki nasional yang tiga tahun terakhir menjadi ketua DPRD Biak Numfor.

Keberhasilan PSBS Biak Numfor meraih sukses ganda pada gelaran kompetisi Divisi I kali ini, yakni memperoleh promosi ke Divisi Utama dan merebut gelar juara, tak terlepas dari adanya kesamaan visi dan kebulatan tekad dari jajaran pemangku kepentingan persepakbolaan Biak Numfor. Dalam hal ini Nehemia mengakui besarnya peranan Bupati Yuisuf Maryen M.Si. Perhatian dan kepedulian tinggui dari Yusuf Maryen terhadap pencapaian prestasi persepakbolaan Biak, disebut Nehemia sebagai salah satu kunci sukses timnya kali ini.

"Dukungan penuh dari Bupati menyempurnakan penampilan tim pada musim kompetisi 2010 ini. Tentu saja kami juga tak bisa mengabaikan kekompakan dan soliditas trm kali ini. Para pemain juga bisa bersinergi dengan pelatih Frangki Samay," papar Nehemia

Minggu, 12 Desember 2010

PSBS Biak Juara Kompetisi Divisi I 2010

div1biak.jpg Tim PSBS Biak mengukir sejarah dengan menjuarai kompetisi divisi satu Liga Indonesias 2010, setelah dalam pertandingan final mengalahkan Persbul Buol 1-0 dalam pertandingan final di stadion Singaperbangsa, Kerawang, Minggu (12/12). Gol tunggal Biak diciptakan oleh Orthis Kurni melalui tendangan kaki kiri pada menit ke-56, yang gagal diantisipasi kiper Buol.Keunggulan Buol tidak berubah hingga wasit Sarifudin Sinaga dari Bandung meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

Bagi PSBS Biak kemenangan ini merupakan kemenangan dua kali berturut turut dalam pagelaran divisi satu. Anak-anak Papua mengalahkan Buol 3-0 di pertandingan putaran kedua di cendrawasih. Pertandingan final divisi satu ini disaksikan langsung Ketua umum PSSI H.A.M Nurdin Halid yang didampingi dua anggota Exco PSSI, M Zein dan Togar Manahan Nero (anggota Exco) dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes serta Ketua BLAI, Iwan Budianto.

PSBS Biak dan Buol sendiri lolos ke final setelah masing-masing mengalahkan lawan-lawannya. Biak mengalahkan Persekam Pamekasan 3-2, sedangkan PSBL Langsa 5-3 di stadion yang sama. Keempat tim tersebut bersama Perssin Sinjai dan Madiun Putra sekaligus sebagai pendatang baru di Kompetisi divisi utama 2010 mendatang.

"Kami bersyukur bisa lolos sekaligus merebut gelar juara ini. Buat kami ini merupakan kado terindah. Apalagi hari ini merupakan hari jadi PSBS Biak yang ke-42," ujar Ketua umum PSBS Biak, Yusuf Maryen yang didampingi Nehemia Wospakrik (manajer tim).

Sebaliknya buat kubu Buol, meskipun mereka gagal meraih gelar juara di kompetisi divisi satu ini mereka sangat bangga.

"Sejak awal sebetulnya kami tidak mentargetkan untuk lolos ke partai final divisi utama. Tapi kami tidak menyangka bisa lolos. Bagi kami ini berprestasi yang luar biasa," paparnya.

Apalagi lanjutnya, Buol baru empat tahun berkiprah di sepakbola nasional.Dengan perjalanan yang cukup mengesankan yakni dua pertama di divisi tiga, satu tahun di divisi dua dan satu tahun di divisi satu."Ini menurut saya luar biasa sekali dibandingkan tim-tim lainnya disana," ungkapnya.

Empat tim yang bertanding di semifinal dan final sendiri kemarin selain meraih tropy juga hadiah berupa uang.Juara pertama yang dipegang PSBS Biak berhak atas hadiah uang sebesar Rp 50 juta, sedangkan runnerup yang direbut oleh Buol mendapatkan hadiah yang sebesar Rp 40 juta rupiah. Sementara peringkat ketiga dan keempat yang ditempati PSBL Langsa dan Persepam Pamekasan yang merupakan juara tiga bersama masing-masing mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 25 juta rupiah.

Sekretaris BLAI PSSI Syauqi Suratno mengutaran apresiasinya luar biasa terhadap penampilan sportif yang diperlihatkan kedua tim yang berlaga di partai final. Dia juga mengakui, bahwa secara umum rangkaian pertandingan putaran tiga dan babak semifinal dan final berlangsung dengan penuh fair play. Bahkan BLAI PSSI akan mengirimkan video dua pertandingan babak semifinal dan final kepada BTN PSSI untuk kemungkinan adanya pemain muda yang bisa dipantau untuk dipromosikan di timnas.Syauqi juga mengucapkan terikasih pada para sponsor yang telah mendukung pagelaran divisi satu yaitu 100 plus, pespex dan apparel League. BLAI juga mengucakapkan terimak kasih terhadap pengelola stadion Singaperbangsa dan lebak bulus.

Yang menjadi tuan rumah putaran tiga, semifinal dan final. "Saat ini kita sudah ada tiga sponsor yang sudah menyemponsori kompetisi divisi satu ini diharapkan tahun berikutnya akan bertambah lagi," ungkapnya.

Sabtu, 11 Desember 2010

Latihan Timnas Terus Dibanjiri Penonton

timnas2plbg.jpg Latihan timnas senior pada Minggu (12/12) pagi tetap mengundang perhatian para penggemarnya. Mereka menyaksikan latihan Firman Utina dkk dari balik pagar lapangan PSSI, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan. Cuaca pagi yang lumayan panas setelah sebelumnya diguyur hujan, tak mengurangi animo para pecinta timnas.

Latihan pemain timnas terus menyedot kedatangan penggemar dan kalangan wartawan, baik media cetak maupun elektronik. Namun sejak tiga hari terakhir para penggemar ini harus pus menyaksikan latihan dari luar lapangan.

Kehadiran para penonton di area lapangan timnas rupanya agak menganggu konsentrasi para pemain, sebab mereka memaksa untuk meminta berfoto bersama atau mengharap tandatangan. Mereka seperti tak menyadari bahwa para pemain sudah sangat lelah setelah berlatih, dan ingun segera sampai di hotel untuk beristirahat,

Oleh karena itulah sejak tiga hari terakhir area di seputar lapangan steril dari penonton. Mereka hanya diperbolehkan melihat latihan dari balik pagar lapangan timnas PSSI itu. Hanya kalangan wartawan yang diizinkan masuk.oleh petugas dari pengamanan dalam GBK.

Pada Minggu sore para pemain timnas diliburkan dari latihan. Meski pun demikian, para pemain tetap dikonsentrasikan di hotel. Pada Senin (13/12), timnas masih akan melakukan latihan pagi dan sore hari di lapangan PSSI. Demikian juga dengan Selasa pagi, ketika timnas sudah menjadi "tanggungan" LOC.

"Selasa sore kita sudah menjalani latihan di SUGBK," kata Rezha Anggara Ry, media-officer timnas Indonesia.

Selasa sore timnas Filipina kemungkinan besar juga sudah melakukan latihan di SUGBK. Para pemain timnas Filipina dan anggota rombongan Federasi Sepakbola Filipina (PFF) dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa (14/12) siang.

Seleksi Nasional Uruguay Project Dimulai Senin (13/12) Pagi

purwacs.jpg Calon-calon bintang muda Indonesia yang terpilih mengikuti seleksi tingkat nasional "Uruguay Project" 2011 hari Minggu (12/12) ini harus sudah berada di Karawang, Jabar. Ke-84 pemain peserta seleksi, terdiri dari 67 pemain kelahiran 1994 dan 17 pemain kelahiran 1993, seluruhnya diinapkan di Hotel Omega, Karawang. Seleksi akan dilakukan spartan selama sepekan, mulai Senin (13/12) pagi hingga Minggu (19/12) mendatang.

Peserta seleksi yang tinggal dikawan Jabodetabek berkumpul lebih dulu di sekretariat Badan Pembinaan & Pengembangan Usia Muda (BPPUM) PSSI pada Minggu siang untuk sama-sama diberangkatkan ke Karawang. Bagi peserta seleksi yang tinggal di daerah, dilakukan penjemputan di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, untuk kemudian diberangkatkan secara bersamaan pula ke Karawang.

"Kami juga menyediakan satu bus di bandara Soekarno-Hatta untuk para pemain yang berasal dari berbagai daerah ini," ungkap Arman Buraeri Ammank, staf BPPUM PSSI yang mengurus seluruh keperluan administrasi peserta seleksi tingkat nasional "Proyek Uruguay" 2011 ini.

BPPUM menanggung seluruh pembiayaan seleksi tingkat nasional ini, termasuk penerbangan ke Jakarta bagi para pemain daerah. Dari total 84 peserta seleksi tingkat nasional, sebagian besar justru berasal dari daerah.

BPPUM PSSI melakukan pemantauan intensif ke berbagai daerah untuk memperoleh calon-calon pemain potensial dari kelahiran tahun 1994 dan 1993 ini. Trio pelatih tim SAD Indonesia di Uruguay, yakni Cesar Payovich Perez, Wilson Espina, dan Jorge Marcelo Anania Perez, ikut melakukan safari penyeleksian pemain di tingkat daerah, dari Makassar, Palembang, Medan, Surabaya, Ambon, Papua, dan Bali.

Pemantauan dan seleksi juga dilakukan oleh penannggung-jawab tim SAD Indonesia Demis Djamaoeddin dan Yeyen Tumena, manajer usia muda BPPUM PSSI. Dibantu oleh Sutan Harharah, Direktur Teknik PSSI, mereka juga bergiliran datang ke berbagai daerah untuk melihat dan menyeleksi para pemain muda dari usia 15 hingga 17 tahun.

"Sejak 26 November lalu kami sudah terbagi dalam dua tim yang lengkap, bergiliran ke berbagai daerah," ujar Demis Djamaoeddin, Minggu pagi.

Karena terus berada di daerah, tim pemandu bakat calon-calon peserta "Uruguay Project" 2011 ini bahkan tak sempat menyaksikan secara langsung tiga pertandingan yang dijalani timnas senior Indonesia di babak penyisihamn grup AFF Suzuki Cup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan.

Tentang materi yang akan dijalani oleh calon-calon peserta "Uruguay Project" 2011 ini, Demis Djamaoeddin mengungkapkan bahwa pelatih kepala tim SAD Indonesia Cesar Payovich Perez sudah merancang program penyeleksiannya. Kendati demikian, Demis mengakui belum mengetahui detail proses teknis perekrutan para pemain ini.

Ke-84 peserta seleksi "Uruguay Project" 2011 ini nantinya akan dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok pemain kelahiran tahun 1994-1995 dan kelompok pemain kelahiran tahun 1992-1993. Belum bisa dipastikan, kelompok mana yang akan diseleksi lebih dulu. Yang jelas, proses seleksi sudah dimulai Senin pagi.

Demis Djamaoeddin menyebutkan, Cesar Payovich sangat senang karena untuk seleksi tingkat nasional "Uruguay Project" 2011 bisa dilakukan di sebuah lapangan yang memadai. Lapangan Singaperbangsa, Karawang, disebut Demis cukup memenuhi keinginan Cesar Payovich. Kondisi lapangan yang bagus akan merangsang para pemain untuk mempersiapkan kemampuan terbaiknya.

Konsentrasi Penuh Jelang Laga Semi Final

bpreserv.jpg Pelatih kepala timnas Indonesia Alfred Riedl mengutarakan, para pemainnya perlu lebih fokus untuk menghadapi dua pertandingan babak semifinal AFF Suzuki Cup pada 16 dan 19 Desember di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan. Oleh karena itu, dia mengimbau pecinta sepakbola nasional agar lebih bersikap proporsional, termasuk dengan tidak menyita waktu istirahat para pemainnya.

"Para pemain tidak ingin waktu istirahatnya terganggu. Mereka harus konsentrasi untuk berlatih dengan baik dan fokus pada pertandingan semifinal nanti," jelas Alfred Riedl, Sabtu (11/12) malam.

Timnas senior Indonesia akan menghadapi Filipina pada semifinal away 16 Desember, Kamis mulai pukul 19.30 wib, dan semifinal home, Minggu, 19 Desember. Alfred Riedl mengakui, para pemainnya tentu akan memanfaatkan tiga hari tersisa menuju pertandingan dengan berlatih optimal guna meningkatkan kondisi fisik. Sabtu (11/12) sore, dia juga membawa para pemainnya berlatih di lapangan C, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan. Begitu juga pada Minggu (12/12) pagi, walau sorenya diistirahatkan.

Waktu istirahat para pemain sebelum ini sempat tersita oleh kesibukan melayani permintaan berfoto atau tandatangan dari para penggemarnya, yang banyak mengejar mereka sampai ke "tempat tinggal"-nya di hotel Sultan. Mereka juga harus melayani permintaan wawancara dari kalangan media cetak dan elektronik.

Alfred Riedl dan para asistennya menyadari bahwa ini adalah dampak positif dari penampilan mengesankan timnas Indonesia di babak penyisihan grup AFF Suzuki Cup di Jakarta dengan berturut-turut melindas Malaysia 5-1, memukul Laos 6-0 dan mempermalukan Thailand 2-1. Para pemain timnas tampil menawan, menjadi bintang, dan kemudian dipuja para penggemarnya.

Namun, Alfred Riedl memahami pula bahwa pujian yang terlalu berlebihan bisa membawa pengaruh tidak kondusif bagi para pemainnya. Pemberitaan yang bersinggungan dengan masalah pribadi bisa merusak konsentrasi. Tak terkecuali pada Irfan Bachdim, bintang muda timnas Indonesia yang paling banyak disorot wilayah pribadinya oleh media elektronik, khususnya tayangan infotainment.

Dalam beberapa hari terakhir, Irfan Bachdim menjadi pemain yang paling diincar untuk program infotainment dari media elektronik ini. Irfan, 22 tahun, jelas tidak ingin memberikan kesan sombong sehingga seperti menjadi wajib baginya untuk menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan kepadanya.

"Kami minta maaf kalau sekarang tidak diperkenanlan lagi menemui para pemain di hotel, baik untuk penggemar mau pun teman-teman media. Para pemain juga hanya akan melayani wawancara seusai sesi latihan, seperti yang selama ini dilakukan," jelas Rezha Anggara RY, media-officer timnas Indonesia.

Rezha Anggara Ry menuturkan, sudah ada kesepakatan antara pelatih Alfred Riedl dan para pemain timnas, bahwa mereka hanya bersedia ditemui pada sesi wawancara seusai latihan.

"Saya yakin teman-teman media bisa memahami hal ini," tegas Rezha Anggara