Selasa, 04 Januari 2011

Kompetisi Di Luar Regulasi PSSI : Ilegal!

nugraha-47.jpg Sehubungan dengan gencarnya pemberitaan mengenai akan adanya kegiatan sepakbola lain yang tidak dilakukan oleh PSSI. Maka dengan ini kami menyampaikan hal – hal sebagai berikut :

I. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005.

Pasal 51 pada Bab IX Siskornas mengenai Penyelenggaraan Kejuaraan Olahraga, disebutkan,
1. Penyelenggaraan kejuaraan olahraga wajib memenuhi peryaratan teknis kecabangan, kesehatan, keselamatan. dan ketentuan daerah setempat;
2. Penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang mendatangkan langsung massa penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabang olahraga bersangkutan dan memenuhi peraturan perundang-undangan;
3. Penyelenggaraan kejuaraan olahraga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib memiliki penanggung-jawab kegiatan,
4. Setiap orang dan.atau badan hukum asing dapat menyelenggarakan kejuaraan olahraga di Indonesia dalam bentuk kemitraan dengan induk organisasi olahraga cabang bersangkutan.

Pelanggaran dari peraturan dan ketentuan sebagaimana yang tertuang pada Pasal 51 Siskornas, dipaparkan secara jelas pada Pasal XXII Siskornas mengenai Ketentuan Pidana.

Pasal 89 Bab XXII Siskornas menyebutkan,
1. Setiap orang yang menyelenggarakan kejuaraan olahraga tanpa memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau kerja denda paling banyak Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah);
2. Apabila perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menimbulkan kerusakan dan/atau gangguan keselamatan pihak lain, setiap orang dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah);

II. Otoritas sepakbola di Indonesia (Statuta PSSI)

Statuta PSSI dalam pasal 1 Ketentuan Umum bahwa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia merupakan satu – satunya organisasi sepakbola nasional di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk selanjutnya di dalam Statuta PSSI disebut PSSI, dan/ atau The Football Association of Indonesia.

Pasal 79 Bab XII Statuta PSS tentang Kompetisi, disebutkan, 1. PSSI mengatur, mengelola dan menyelenggarakan kompetisi-kompetisi resmi di dalam wilayahnya sebagai berikut; a. kompetisi profesional, b. kompetisi amatir, c. kompetisi kelompok umur, d. kejuaraan sepakbola wanita, e. kejuaraan futsal.

Terkait dengan kompetisi PSSI, pada Pasal 80 Bab XII, mengenai Perizinan Klub, disebutkan bahwa Komite Eksekutif PSSI membuat dan menetapkan peraturan-peraturan mengenai sistim perizinan klub untuk berpartisipasi di dalam kompetisi-kompetisi PSSI.

Statuta PSSI sebagai dasar hukum pelaksanaan kegiatan sepakbola di wilayah Republik Indonesia sesuai dengan Statuta FIFA, dan Statuta AFC yang di dalamnya mengatur Kode Etik dan Kode Disiplin.

Pasal 84 Bab XII Statuta PSSI adalah, PSSI tidak diperkenankan melakukan pertandingan atau melakukan hubungan keolahragaan dengan asosiasi-asosiasi yang bukan anggota FIFA atau dengan anggota suatu Konfederasi tanpa persetujuan FIFA.

Sedangkan Pasal 85 Bab XII selengkapnya berbunyi," Klub, Liga atau setiap kelompok klub yang berafiliasi dengan PSSI tidak boleh menjadi anggota di Asosiasi lainnya atau berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi yang berada di wilayah kewenangan Asosiasi lainnya. tanpa adanya izin dari PSSI dan Asosiasi lainnya tersebut dan juga tanpa izin dari FIFA, kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu".

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka PSSI tidak akan memberikan toleransi terhadap kegiatan-kegiatan sepakbola yang dilakukan tidak dengan izin atau rekomendasi PSSI, sebagai satu-satunya induk organisasi cabang sepakbola di Indonesia yang berbadan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia dan diakui oleh Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

Oleh karena itu PSSI menyesalkan, menyayangkan dan jelas tidak mengakui keberadaan Liga Primer Indonesia untuk menggelar kegiatan atau kompetisi sepakbola yang diadakan di luar PSSI, sebagai wadah tunggal organisasi sepakbola yang resmi di Indonesia.

Liga Primer Indonesia adalah ilegal atau liar. Hal ini sejalan dengan peraturan dan ketentuan yang tertuang dalam Statuta PSSI yang telah mendapat persetujuan dari FIFA, dan bertentangan dengan UU Siskornas Pasal 51 ayat 1,2,3,4 serta Pasal 89 ayat 1 dan 2.

Khususnya menyangkut klub-klub yang disebut-sebut akan turut dalam kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa klub, liga atau setiap kelompok klub yang sudah memiliki afiliasi dengan PSSI tidak boleh berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Minggu, 02 Januari 2011

PSSI Bersiap Hadapi Pra Olimpiade

gosfaff.jpg Timnas Indonesia untuk AFF Suzuki Cup 2010 secara resmi telah dibubarkan. Sebagian besar pemain telah kembali ke daerahnya masing-masing, sebagian lagi baru akan meninggalkan hotel Sultan pada hari Jumat (31/12). Hanya kiper Markus Harris Maulana yang memilih tinggal hingga 2 Januari mendatang, untuk merayakan bulan madunya yang tertunda sekaligus merayakan pergantian tahun.

Markus Harris Maulana, yang menikahi presenter/bintang sinetron Kiki Amelia bulan lalu, memang bisa dikatakan belum sempat merayakan kebersamaannya secara mendalam dengan istrinya karena masih menjalani pelatnas dan kemudian berkiprah di turnamen AFF Suzuki Cup 2010 ini.

Menyambut final kedua AFF Suzuki Cup yang digelar Rabu malam lalu di SUGBK Senayan, PSSI menghadirkan keluarga dari seluruh pemain untuk bersama-sama menginap di hotel Sultan. Mereka disediakan kamar tersendiri. Arif Suyono, misalnya, baru akan membawa pulang istri dan kedua anaknya pada Jumat ini.

Pelatih kepala Alfed Riedl juga sudah pulang ke apartemennya di kawasan Senayan, sementara asisten pelatih Wolfgang Pikal baru akan kembali ke Bali, Jumat (31/12).

Alfred Riedl sejauh ini mengaku sangat puas dengan kinerja jajaran asistennya, yakni Wolfgang Pikal, Widodo Cahyono Putra, dan pelatih kiper Eddy Harto. Riedl bersama tim asistensinya kini bersiap menangani timnas untuk babak kualifikasi Olimpiade 2012, di mana timnas Indonesia akan bertanding pertama kali pada medio Februari di SUGBK, Senayan.

Latihan perdana timnas Pra Olimpiade yang materi pemainnya berusia dibawah 23 tahun ini akan dilakukan pada 7 Januari mendatang di lapangan timnas PSSI, Senayan. Para pemain yang dipanggil diharapkan sudah memasuki hotel Sultan pada 5 Januari. Dari timnas senior yang diterjunkan di AFF Suzuki Cup 2010, ada lima pemain yang akan menjadi tulang punggung timnas Pra Olimpiuade ini. Yakni, kiper Kurnia Mega, Irvan Bachdim, Yongki Wibowo, Irvan Bachdim, Octovianus Maniani, dan Johan Johansyah.

Pelatnas Pra Olimpiade ini sekaligus menjadi bagian dari pelatnas menghadapi SEA Games 2011, di Jakarta dan Palembang. Alfred Riedl sudah membuat rancangan program pelatihan sekaligus ujicoba untuk tim SEA Games ini. Salah satu program ujicoba untuk tim SEA Games adalah turnamen U-23 ASEAN yang akan diselenggarakan bulan Juni di Jakarta.

"Kita sedang merancang adanya sejumlah turnamen internasional di Jakarta, baik yang nantinya melibatkan tim SEA Games atau timnas senior," ujar Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Kamis sore di Senayan

Terima Kasih Suporter Indonesia!

suportindo.jpg Timnas Indonesia sudah menyelesaikan misinya di AFF Suzuki Cup 2010. Walau kembali belum berhasil merenggut gelar juara dan meraih piala, namun penampilan para pemain Indonesia pada final kedua yang digelar Rabu (30/12) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan tetap menuai banyak pujian. Kemenangan 2-1 atas timnas Malaysia di final kedua itu menjadi hiburan tersendiri bagi seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikan pertandingan tersebut melalui layar televisi, juga sekitar 95.000 penonton yang langsung memberikan dukungannya di SUGBK.

Timnas Indonesia memang harus mengakui keunggulan timnas Malaysia 2-4 pada dua laga final AFF Suzuki Cup ini. Akan tetapi, apa yang disajikan para pemain Indonesia pada dua partai final AFF Suzuki Cup 2010 ini tidak mengurangi kebanggaan dan kecintaan masyarakat pada timnas. Apresiasi dan respek yang tinggi juga patut disampaikan pada seluruh penonton yang memadati SUGBK pada setiap kali timnas Indonesia bertanding, terutama pada final kedua yang awalnya sempat mengkhawatirkan akan diwarnai aksi "balas dendam" suporter Indonesia sebai balasan atas perkakuan menjijikan suporter negeri jiran pada final fase pertama 26 Desember di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, suporter Malaysia melakukan teror yang memalukan dengan melemparkan petasan berdaya ledak besar ke lapangan pertandingan, serta memainkan laser guna menganggu konsentrasi pemain Indonesia, terutama kiper Markus Harris Maulana.

Perlakuan suporter Malaysia tersebut jelas menimbulkan sakit hati yang luar biasa bagi para pemain, suporter Indonesia, atau pun bagi PSSI sendiri. Kendati demikian, PSSI tidak serta merta melakukan "pembiaran" untuk adanya aksi serupa pada final kedua Rabu malam di SUGBK. PSSI bersama aparat keamanan bahkan menyerukan agar suporter Indonesia tetap mampu bersikap sebagai tuan rumah yang baik. apalagi pertandingan tersebut disaksikan langsung oleh kepala negara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para menteri, dan tamu-tamu penting PSSI dari AFC dan AFF.

Ketua Umum PSSI H.A.M Nurdin Halid tak urung memberikan pujiannya atas perkakuan simpatik suporter Indonesia pada laga final kedua ini. "Kalau dibilang kecewa karena tim kita gagal merebut gelar, kita semua tentu kecewa. Namun suporter Indonesia ternyata sudah sangat bersikap dewasa dan berkelas. Mereka bisa menghargai kemenangan namun sebaliknya juga bisa menerima kegagalan," ungkap Nurdin Halid, seraya menambahkan bahwa kemenangan 2-1 yang direbut timnas Indonesia pada final kedua itu menjadi hiburan tersendiri bagi suporter Indonesia.

Nurdin Halid juga mengungkapkan pernyataan Presiden SBY sesudah pertandingan final kedua di Senayan, yang intinya tetap memuji perjuangan timnas Indonesia dan adanya empati luar biasa dari suporter Indonesia. "Semangat inilah yang harus kita pelihara," jelas Nurdin Halid.

Dia kemudian juga menguraikan tentang banyaknya pujian yang diterimanya dari berbagai elemen masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung atau melalui sms ke telepon selulernya. Semua pujian tersebut bermuara pada penampilan mengesankan timnas Indonesia sepanjang AFF Suzuki Cup 2010 ini. Salah satu sms tersebut, dari ketua Gabungan Pengusaha Produsen Rokok Kretek Indonesia (GAPPRI), mengurai tentang kehebatan timnas yang mampu melahirkan kembali semangat NKRI.

Selengkapya sms dari ketua GAPPRI, Asmanu, tersebut adalah; "Saya mengucap syukur pada Tuhan, dan sampaikan/teruskan pada pengurus PSSI, bahwa masyarakat industri rokok kretek berterimakasih kepada PSSI dan para pemainnya yang hebat, bisa tampil luar biasa, bukan semangat kebangkitan PSSI saja, tetapi makna empiris dibalik penghelatan itu. Yatu, lahirnya kembali rasa nasionalisme NKRI, karena kejayaan Garuda. Sekarang yang saya rasakan bulan hanya Garuda Didadaku, tetapi menggugah roh & jiwaku. Malaysia menang tidak terhormat, Indonesia kalah dengan terhormat"

Kamis, 30 Desember 2010

Indonesia Kembali Jadi Runner-up

sepweb.jpg Indonesia kembali gagal menjadi juara AFF Suzuki Cup 2010. Pada final keempatnya sepanjang sejarah turnamen ini, skuat Garuda Merah Putih harus mengakui keunggulan Malaysia, walau pada final leg-2 mampu menang dengan skor 2-1. Secara keseluruhan Malaysia unggul agregat gol 4-2.

Pelatih Alfred Riedl dengan gentelment menyatakan selamat kepada timnas Malaysia atas keunggulannya. Di sisi lain, Riedl juga memuji penampilan anak asuhnya yang telah berjuang maksimal sepanjang turnamen.

“ Kita sudah menunjukkan permainan yang bagus sepanjang turnamen ini. Sayang, karena 15 menit yang kacau saat di Malaysia, kita harus membayarnya dengan mahal. Tapi hari ini kita main luar biasa terutama di 45 menit pertama. Mungkin ini 45 menit terbaik kami di AFF Suzuki Cup 2010 ,” kata Alfred Riedl, usai pertandingan.

Atas perjuangan dan penampilan yang bagus dari pemainnya, Alfred Riedl juga tak lupa mengucapkan terima kasihnya. Pun juga terima kasih kepada supporter Indonesia yang tak henti-hentinya memberikan dukungan luar biasa.

" Saya ingin berterimakasih pada seluruh tim, staf dan ofisial tim, kapten Firman dan kepada team leader Bambang (Pamungkas). Juga kepada masyrakat indonesia atas dukungannya. Kita sudah menunjukkan pemainan bagus sepanjang turnamen ini," ungkap Riedl.

Sementara itu, Firman Utina mendapatkan gelar sebagai pemain terbaik AFF Suzuki Cup 2010. Gelar ini diberikan AFF atas penampilan gemilang Firman dari laga awal hingga final. Kegagalan penalti Firman Utina saat melawan Malaysia di leg-2 tidak mengurangi penilaian AFF atas kualitas gelandang klub Sriwijaya FC ini.

“ Terus terang saya cukup kaget mendapat gelar ini. Sebenarnya saya lebih mengharapkan gelar juara di sini, namun ya kita gagal. Soal penalti, saya tidak ada tekanan sama sekali. Saya sendiri yang mengambil keputusan mengambil penalti. Kalau memang gagal, ya seperti itulah sepakbola," kata Firman Utina.

Senin, 27 Desember 2010

Dukungan Fans Timnas Jadi Modal Kuat

ramelatihan.jpg Timnas Indonesia memang menderita kekalahan dengan skor telak 0-3 pada laga pertama final AFF Suzuki Cup 2010. Namun, antusiasme pecinta sepakbola Indonesia tidak lantas mengendur. Mereka tetap setia untuk mendukung perjuangan timnas merebut gelar AFF Suzuki Cup 2010 walau sang pelatih Alfred Riedl sendiri menyebut peluangnya tinggal 10 persen lagi.

Antusiasme luar biasa para pecinta timnas ini terlihat dalam latihan yang digelar Senin (27/12) sore tadi. Sebelum latihan yang mulai digelar pukul 16:00 WIB ini, ratusan warga sudah memadati sisi luar lapangan timnas, Senayan Jakarta. Meski hanya bisa menonton dari luar pagar, mereka tidak pernah beranjak sedikitpun hingga latihan selesai pada pukul 17:30 WIB.

Teriakan kepada pemain yang bergerak mendekati pinggir lapangan ramai terdengar. Bahkan sekelompok anak – anak menyanyikan lagu “Garuda Di Dadaku” di atas atap gudang lapangan timnas sepanjang latihan.

Kondisi ini benar – benar membuat pelatih Alfred Riedl takjub. Ini merupakan pengalaman pertama baginya menghadapi dukungan luar biasa seperti fans Indonesia.

"Saya pernah lama melatih di Vietnam, tapi tidak seperti ini. Suporter di Vietnam juga sangat banyak, tapi belum pernah melihat yang seperti ini. Ketika kami di airport, ada ratusan orang mendukung. Ketika kami latihan juga ratusan mendukung," kata Alfred Riedl.

Dukungan ini diyakini Alfred bakal membuat pemainnya lebih termotivasi menghadapi leg-2 final AFF Suzuki Cup 2010. Apalagi, Riedl sendiri mengaku kondisi mental pemainnya tidak down seperti yang dikhawatirkan banyak orang.

“ Mental para pemain cukup baik. Mereka mampu bangkit dengan cepat. Fokus kami menghadapi pertandingan lawan Malaysia adalah bagaimana bisa mencetak gol, cepat atau lambat. Jangan dulu berpikir skor pertandingan, cukup fokus untuk mencetak gol,” papar Riedl.

Jika Firman Utina dkk mampu mencetak gol, Riedl yakin akan menaikkan moral bertanding untuk kembali menambah gol. Selain itu, pria asal Austria ini juga berharap anak asuhnya mengurangi beberapa kesalahan individu seperti di Kuala Lumpur.