Selasa, 16 November 2010

Liga Pendidikan Indonesia Tampil Beda

lpi1--mennegpora.jpg Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Tahun Pembinaan 2010/2011 menjanjikan sajian yang lebih menarik dan kompetitif. Pasalnya, jumlah peserta kali ini dipastikan lebih banyak dari musim sebelumnya, karena akan bergulir di 33 provinsi di Indonesia. Belum satu bulan bergulir, sudah ada 2480 pemain yang telah terdaftar mengikuti Liga Pendidikan Indonesia 2010/2011.

“ Ini adalah liga terbesar yang pernah ada karena melibatkan banyak sekali pemain dan tim yang bertanding. Jangkauannya pun hingga keseluruh pelosok tanah air. Jelas, akan memberikan tontonan yang menarik sekaligus mendidik,” kata Prof Dr Toho Cholik Mutochir, Ketua Panitia Nasional Liga Pendidikan Indonesia di Jakarta, Kamis (11/11).

Disebut mendidik, karena sejak awal Liga Pendidikan Indonesia ini telah mengobarkan spirit fair play dan persahabatan yang bisa membangun karakter bangsa Indonesia. Inilah manifestasi program yang diusung oleh PSSI, Kemenpora dan Depdiknas.

Liga Pendidikan Indonesia musim ini juga memiliki perbedaan dengan sebelumnya. Pertama, pendaftaran peserta kali ini tidak lagi langsung ke panitia nasional. Setiap sekolah mendaftar kepada panpel di tingkat kota/kabupaten. Panpel dari masing – masing kota/kabupaten inilah yang nantinya melaporkan secara online kepada paniti nasional.

Perbedaan kedua terletak pada sistem pertandingan. Musim lalu, juara tingkat provinsi bertanding dulu di tingkat wilayah sebelum ke tingkat nasional. “ Musim ini, juara dari 33 provinsi langsung dibagi dalam delapan grup untuk bertanding di tingkat nasional,” terang Edhi Prasetyo, Sekretaris Panitia Nasional Liga Pendidikan Indonesia.

Hal lain yang menggembirakan peserta adalah tidak lagi ada kewajiban untuk membayar kartu komunitas sebagai syarat mengikuti LPI. Ini berarti, setiap sekolah dibebaskan dari biaya pendaftaran. Meski begitu, seluruh peserta tetap mendapatkan kartu komunitas dari operator seluler kartu-As sebagai kompensasi sponsorship.

“ Perbedaan yang paling signifikan adalah kompetisi kali ini hampir pasti akan bergulir di 296 kota/kabupaten dari 33 provinsi. Perwakilan mereka sudah menyatakan komitmennya dalam sosialisasi yang kami gelar pada tanggal 20 September – 4 Oktober ,” ungkap Toho.

Kabupaten Pemalang menjadi yang pertama dalam menggulirkan kompetisi LPI musim ini. Dengan jumlah peserta 20 SMP dan 20 SMA, mereka sudah mulai menggelar pertandingan sejak tanggal 6 November. Disusul oleh Pangkal Pinang (10/11), Bangka Tengah (22/11) dan Jember (26/11).

Pada bulan Desember, ada 14 kota/kabupaten lainnya yang siap menggelar kompetisi. Sisanya baru akan menyelenggarakan pada tahun 2011, yakni 39 kota/kabupaten bulan Januari, 22 kota/kabupaten bulan Februari, dan 15 kota/kabupaten pada bulan Maret. Itu semua baru panpel yang sudah memberikan laporan kepada panitia nasional, masih banyak daerah lain yang tengah mempersiapkan namun belum memberikan laporan.

Terkait pelaksanaan kick-off yang tidak bersamaan, Edhi Prasetyo menjelaskan, setiap daerah memiliki perbedaan dalam melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Termasuk dalam penganggaran APBD di daerahnya.

“ Yang penting setiap kota/kabupaten menyelenggarakan kompetisi pada interval waktu 6 November 2010 – 30 April 2011. Setelah itu, kompetisi LPI akan memasuki pertandingan tingkat provinsi pada tanggal 2-30 Mei 2011 dan tingkat nasional pada tanggal 15 Juni - 15 Juli 2010,” papar Edhi Prasetyo.

Di luar masalah penyelenggaraan, panitia nasional LPI juga menyiapkan program LIPIO Camp (pemanduan bakat) selama kompetisi ini berlangsung. Para pemain hasil pemanduan tersebut akan mengikuti tahap seleksi di 22 kota (LIPIO Camp_ yang telah ditentukan berdasarkan daerah/wilayah terdekat. Nantinya, mereka diharapkan bisa mengisi kebutuhan pemain timnas U16, PPLP di masing – masing provinsi dan program Schooll of Excellent PSSI.

“ Teknisnya, di tingkat kabupaten/kota akan diterjunkan pemandu bakat lokal. Lalu meningkat ke pemandu bakat provinsi dan pada tingkat nasional akan dilakukan oleh pemandi bakat dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Usia Muda PSSI,” kata Yeyen Tumena, manajer pemandu bakat usia muda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar