Workshop yang digelar dengan suasana keakraban yang tinggi ini diikuti oleh 37 wartawan dari media nasional di Indonesia. Sedangkan bertindak sebagai pembicara kunci adalah Ir. Syauqi Soeratno, Deputy Sekjen PSSI Bidang Media, Marketing & IT.
“ Satu pembicara lagi, yakni Demis Djamaoeddin berhalangan hadir karena harus mendampingi kedatangan Timnas U19 (SAD) Indonesia yang baru tiba hari ini dari Uruguay,” ungkap Manajer PR PSSI, Tubagus Adhi yang didampingi manajer media Asep Saputra.
Meski Demis yang merupakan instruktur FIFA Futuro, tidak hadir, tidak mengurangi kualitas acara yang berlangsung. Bahkan, pada sesi yang seharusnya diisi oleh Demis, berkembang menjadi sesi diskusi interaktif yang sangat hangat.
Dari hasil diskusi tersebut, diperoleh beberapa catatan penting yang rencananya akan ditembuskan kepada pengurus PSSI.
Catatan pertama, PSSI diminta lebih terbuka dan kooperatif kepada media karena kedua institusi tersebut harus memiliki simbiosis mutualisme. Sehingga, PSSI mampu memposisikan media sebagai partner kerja, bukan sebagai lembaga yang harus dihindari.
“ Keterbukaan itu tidak hanya di level PSSI tetapi juga sampai ke jajaran klub. Pertemuan rutin atau forum diskusi harus diadakan agar tercipta keterbukaan di PSSI," ungkap Ballian Siregar, wartawan Pos Kota yang bertindak sebagai pemimpin acara diskusi.
Catatan kedua, PSSI diminta mengembangkan sikap saling menghargai. "Jika ada sikap saling menghargai antara kedua instansi, media dapat memaksimalkan peranannya dalam pembangunan sepak bola nasional."
Sebagai rekomendasi terakhir, perlu adanya pemaksimalan fungsi humas PSSI dalam segala hal, terutama terkait data mengenai PSSI, termasuk timnas dan yang lainnya. Humas jadi fasilitator untuk menjembatani pihak-pihak narasumber dengan media.
Sebelumnya, Syauqi mengatakan PSSI sangat terbuka dengan kritik demi memajukan industri sepak bola. Ia menambahkan, rekomendasi para wartawan menjadi bahan masukan berharga bagi institusinya karena wartawan atau media massa merupakan salah satu elemen penting dalam industri sepak bola.
"Kami sangat terbuka dengan kritik. Rekomendasi yang akan rekan-rekan berikan tentunya sangat berharga demi kemajuan industri sepak bola Indonesia," ujar Syauqi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar